Rabu, 26 Mei 2010

Kantong ilmu


BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
Globalisasi mampu mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat pada saat ini. Adanya perubahan prilaku masyarakat dari lapisan atas sampai lapisan bawah. Kemajuan teknologi mampu mempercepat perjalanan, memperpendek jarak serta komunikasi lebih efektif. Masyarakat lebih mudah untuk memeperoleh informasi yang kesemuanya itu dikarenakan adanya pengaruh perkembangan Ilmu dan Teknologi, seni dan budaya yang sangat pesat. Media cetak maupun media elektronik sudah sampai ke akar masyarakat lapisan bawah, sehingga informasi cepat terserap oleh masyarakat.
baca selengkapnya ....
Tapi disisi lain bangsa kita dihadapkan juga oleh banyaknya persolan yang lebih kompleks , dikarenakan tidak adanya keseimbangan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang meningkat pula. Budaya asing lebih cepat masuk ke bangsa kita daripada perkembangan Ilmu dan Teknologi , padahal kita punya budaya sendiri , yang otomatis sebagai jati diri kita. Dengan demikian kemajuan Ilmu dan Teknologi bertolak belakang dengan sebagian masyarakat yang belum mampu menelaah adanya IPTEK dengan baik.
Hal tersebut secara tidak langsung berpengaruh pada dunia pendidikan di Indonesia. Dunia Pendidikan dituntut mampu menjawab berbagai persolan lokal perubahan Global yang terjadi begitu cepat.
Untuk menjawab persoalan tersebut perlu adanya perubahan – perubahan perangkat pendidikan misalnya Kurikulum, system pendidikan maupun upaya-upaya peningkatan kwalitas pendidikan secara pereodik atau secara langsung.
Tetapi dunia pendidikan di Indonesia pada saat ini juga mengalami persoalan yang cukup kompleks , sebagai contoh : kurangnya sarana dan prasarana yang memadai , rendahnya kesejahteraan guru, kurangnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan di kalangan masyarakat, kurangnya minat belajar siswa serta persoalan-persoalan lain yang menyangkut dunia pendidikan pada saat ini.
Untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah sudah memberikan solusi yang melalui program-program antara lain : untuk perbaikan sarana dan prasarana terutama gedung sekolah pemerintah sudah mentargetkan tahun anggaran 2008 terealisasi perbaikan /rehabilitasi gedung serta pemberian buku pelajaran yang diberikan lewat BOS buku, untuk meningkatkan kesejahteraan guru pemerintah memeberikan UU nomor14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dimana dalam UU tersebut mengatur kesejahteraan guru dan dosen dapat meningkat apabila memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah, untuk mengatasi rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan yaitu dengan pemberian Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) ditingkat SD dan SLTP sederajat serta pengadaan penyuluhan-penyuluhan oleh Lintas sektoral, sedangkan untuk mengatasi kurangnya minat belajar anak maka perlu salah satu solusi pembelajaran yang kesemuanya itu peranan seorang guru sangatlah penting, antara lain sebagai fasilitator ( facilitate of learning ) yang bertugas memberikan kemudahan belajar kepada seluruh peserta didik serta guru mampu memberikan motivator yang bertugas memberikan penguatan-penguatan pada peserta didik sehingga anak terpacu untuk melukukan pembelajaran yang sesuai dengan harapan guru.. Untuk itu penulis mencoba memberikan salah satu solusi untuk memotivasi anak lebih giat belajar yaitu dengan” kantong Ilmu”.
  1. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan tersebut diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : Apakah kantong Ilmu memotivasi anak lebih giat Belajar?
  1. TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah dalam Karya Tulis ini, maka dapat diuraikan tujuan penyusunan adalah untuk mengetahui Apakah Kantong Ilmu Memotivasi Anak lebih Giat Belajar?.
BAB II
PEMBAHASAN
  1. PERSIAPAN
Untuk melakukan penyajian Kantong Ilmu sebelumnya kita persiapkan dahulu alat dan bahan yang akan kita gunakan antara lain :
    1. gunting / pisau
    2. penggaris
    3. kertas HVS
    4. bungkus pasta gigi , amplop atau sejenisnya.
Langkah –langkah dalam pembuatan sebagai berikut :
1. Pemberian Informasi pada anak tentang pembuatan dan penggunaan serta cara penggunaan Kantong Ilmu, sehingga terjadi kepakatan antara siswa dengan guru dengan tujuan tidak terjadi miss comunity( perbedaan persepsi ).
2. Pembuatan Kantong Ilmu
Siapkan bekas bungkus pasta gigi atau amplop kertas yang semuanya yang membawa anak dan anak dilibatkan dalam membuatnya yang sesuai dengan kreasi anak masing-masing dengan jumlah kantong sesuai dengan pelajaran yang ada , serta memberikan tanda Mata Pelajaran pada Kantong Ilmu.
Contoh :
PKn B.I MTK IPA DST.
3. Pembuatan daftar pertanyaan
Pembuatan daftar pertanyaan disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan diajarkan dan di Evaluasikan .
Missal :
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / semester : V / I
Standar Kompetensi : 1. Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan
Hewan.
Kompetensi Dasar : 1.1 Mengidentifikasi fungsi organ pernafasan pada
Manusia .
1.2 Mengidentifikasi fungsi organ pernafasan pada hewan.
Petunjuk :
1. jawablah pertanyaan yang ada dalam kotak secara lisan !
2. berilah tanda cek (v) pada jawaban yang sudah dijawab dengan benar!
3. potonglah kotak yang sudah diberi tanda cek (v) dengan gunting atau pisau!
4. masukkan potongan kotak ke dalam Kantong Ilmu yang sudah disediakan !
5. selesaikan jawaban kamu yang belum terjawab pada hari ini pada pelajaran yang sama di hari yang lain !
6. selamat mengerjakan !
Daftar Pertanyaan :
Nama lain dari Oksigen
( O2 )
Sebutkan alat pernafasan manusia secara urut !
Apakah fungsi membrane mukosa pada tenggorokan manusia ?
Apakah yang dimaksud Bronkia ?
Jelaskan proses pernafasan perut pada manusia !
Jelasskan proses pernafasan dada pada manusia !
Sebutkan 2 contoh nama penyakit pada pernafasan manusia !
Sebutkan 5 contoh ikan yang bernafas dengan insang!
Apakah nama gerakkan yang dilakukan pada saat bernafas ?
Sebutkan 3 bagian insang dan jelaskan fungsinya !
Sebutkan 3 ciri-ciri hewan mamalia yang berada disekitar rumahmu !
Apakah fungsi pundit-pundi hawa/ udara pada burung ?
Sebutkan 5 contoh hewan Reptil !
Sebutkan proses pernafasan pada reptile !
Sebutkan tiga cara katak dalam menghisap Oksigen dari udara !
Sebutkan tiga contoh hewan yang termasuk serangga !
Apakah alat pwernafasan pada serangga !
Apakah yang dimaksud Stigma pada serangga !
4. Penggandaan daftar pertanyaan
Daftar pertanyaan digandakan sesuai dengan jumlah peserta didik .
  1. PENYAJIAN
Setelah kesemuanya telah disiapkan maka kantong Ilmu siap digunakan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Tahap awal:
- Pemberian daftar pertanyaan pada peserta didik dengan mempreoritaskan anak yang sudah siap terlebih dahulu untuk maju menjawab
Tahap pelaksanaan :
- anak menjawab pertanyaan sesuai dengan kemampuan dengan jumlah tidak dibatasi
Tahap Akhir :
- guru memberikan tanda cek (v) pada pertanyaan yang sudah dijawab oleh peserta didik.
- Setiap pertanyaan dijawab benar peserta didik memotong daftar pertanyaanyang sudah diberi tanda dan memasukkan ke kantong Ilmu yang sudah disiapkan.
- Kalau semua pertanyaan belum bisa dijawab daftar pertanyaan bisa dibawa di rumah untuk bisa dipelajari serta dijawab pada pertemuan lain pada mata pelajaran yang sama,
  1. HASIL
Dari tahap persiapan sampai penyajian penulis mengamati dengan menggunakan Observasi terbuka . Sebelumnya terlebih dahulu kami definisikan pengertian Obervasi terbuka menurut IGAK Wardhani ( 2007:2.24 ) , “Observasi terbuka yaitu Observasi yang hanya menggunakan kertas kosong untuk merekam Pelajaran yang diamati. Observasi ini menggunakan teknik-teknik tertentu untuk merekan jalannya pelajaran atau perbaikan sehingga dapat merekontruksi pelajaran yang berlangsung.
Dengan penyajian diharap peserta didik termotivasi untuk melakukan pembelajaran. Untuk mengetahui lebih lanjut kami mendefinisikan Motivasi menurut Callahan and Clark ( 1998 ), “Motivasi yaitu tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku kearah suatu tujuan tertentu “ sedangkan Maslow dengan teori Motivasi, mengemukan “motivasi adalah kebutuhan manusia bersifaf hierarkhis dan dikelompokkan menjadi lima tingkat yang disebut kebutuhan berjenjang Maslow” yang dilukiskan dengan piramida :





Kebutuhan
untuk
Aktualisasi diri
Kebutuhan untuk
Dihargai
Kebutuhan untuk Diakui
Kebutuhan akan Rasa Aman
Kebutuhan Psikologis
Berdasarkan kebutuhan berjenjang Maslow dapat diuraikan bahwa ,kebutuhan Psikologis ( physiological needs) merupakan kebutuhan manusia yang utama atau kebutuhan dasar yang harus dipenuhi antara lain; makan,minum,air dan udara. Kebutuhan rasa aman ( safety needs ) adalah suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh ketentraman, kepastian dan keteraturan dari keadaan lingkungan missal ; pakaian, tempat tinggaldan perlidungan atas sewenag-wenang. Kebutuhan untuk diakui ( belongingness and love needs ) adalah kebutuhan untuk menjalin hubungan atau ikatan emosional dengan individu lain baik sesame jenis maupun lain jenis , missal; rasa disayang, rasa diterima dam merasa dibutuhkan orang lain. Kebutuhan untuk dihargai ( esteem needs ) penghormatan dan penghargaan dari diri sendiri maupun orang lain, missal ; hasrat atau keinginan untuk memperoleh kekuatan sendiri dan mendapat penghargaan apa-apa yang dilakukannya. Sedangkan kebutuhan untuk aktualisasi diri ( need for self actualization ) kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang paling tinggi apabila kebutuhan dibawahnya sudah terpenuhi.
Dalam penyajian peserta didik termotivasi untuk melakukan kegiatan dengan rasa Aman, merasa diakui , dihargai serta mampu beraktualisasi didepan kelas tampa adaunsur paksaan dari guru atau teman.
Untuk membangkitkan nafsu belajar peserta didik E. Mulyasa mengemukakan beberapa prinsip membangkitkan nafsu makan antara lain :
a. Peserta didik akan belajar lebih giat apabila topic yang dipelajarinya menarik, dan berguna bagi dirinya.
b. Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada peserta didik sehingga mereka mengetahui tujuan belajar. Peserta didik dilibatkan dalam penyusunan tujuan.
c. Peserta didik harus diberi tahu tentang kompetensi dan hasil belajarnya.
d. Pemberian hadiah lebih baik daripada hukuman namun sewaktu waktu hukuman juga diperlukan.
e. Manfaatkan sikap, cita-cita , rasa ingin tahu, dan ambisi peserta didik.
f. Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual peserta didik, missal perbedaan kemampuan, latar belakang dan sikap terhadap sekolah atau subyek tertentu.
g. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan kondisi fisik ,memeberikan rasa aman, menunjukkan bahwa guru memperhatikan mereka, menagatur pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga peserta didik pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan, serta mengarahkan pengalaman belajar kearah keberhasilan, sehingga mencapai prestasi dan mempunyai percaya diri ( 2007 : 62-63 ).
Berdasarkan teori yang dikemukakan E . Mulyasa diatas dan penyajian terjadi Relevansi antara keduanya antara lain :
1. Peserta didik lebih giat belajar karena topik pelajarannya menarik.
2. Peserta didik diberikan informasi tentang tujuan pemberian kantong Ilmu dan berdasarkan hasil kesepakatan antara peserta didik dengan guru.
3. Peserta didik mengetahui secara langsung kompetensi dan hasil Kantong Ilmu yang telah dilaksanakan.
4. Adanya pujian dan penguatan dari guru maupun teman yang lain karena mampu menjawab dengan baik , bagi yang tidak bisa menjawab secara tidak langsung merupakan hukuman secara psikologis.
5. Rasa ingin tahu dan ambisi untuk menjawab pertanyaan lebih besar.
6. Perbedaan individual peserta didik dihargai karena menjawab antara peserta didik satu dengan yang lain tidak harus sama disesuaikan dengan kempampuannya.
7. Pemberian Kantong Ilmu tidak memaksakan peserta didik untuk maju ke depan sehingga anak merasa aman, dan hasil yang didapat akan memuaskan serta merasa dihargai sehingga mencapai prestasi dan mempunyai kepercayaan diri yang lebih kuat.
Dengan demikian hasil pengamatan dengan Observasi terbuka diatas, maka Kantong Ilmu mampu memotivasi peserta didik lebih giat belajar.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari rumusan masalah yang diajukan dan berdasarkan Obsevasi yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Kantong Ilmu memotivasi Peserta didik lebih giat belajar.
Kesimpulan berdasarkan Observasi terbuka pada peserta didik kelas V SD Negeri 2 Gentansari tahun 2007.
B. Saran
Dari kesimpulan diatas, maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut :
1. Kepada Kepala Sekolah dan dewan Guru mohon dukungan dalam proses pembelajaran , tanpa dukungannya dari semua maka pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik.
2. Bagi peserta didik untuk selalu meningkatkan belajarnya sebab dengan belajar lebih giat niscaya prestasi akan lebih mudah tercapai.
DAFTAR PUSTAKA
Munandar , Dadang Rahman, 2004 . Belajar Sains 5. Bandung : PT Sarana Panca Karya Nusa.
Peraturan Mentri Pendidikan Nasional, 2006. Standar Isi , Standar Kompetensi Kelulusan, Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan. Jakarta :Mentri Pendidikan Nasional
Mulyasa , E , 2007. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Wardhani, IGAK, 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar